TANJUNGPANDAN, ANOQNEWS – Suasana berbeda terlihat di kawasan Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung, pada Rabu (29/4) kemarin. Bukan bongkar muat barang atau lalu lalang penumpang yang mendominasi, melainkan serangkaian skenario darurat yang sengaja disimulasikan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan bersama Kantor KSOP Kelas IV dan Kantor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) setempat menggelar Exercise Table Top implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.
Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, efektivitas koordinasi, serta sistem pengamanan pelabuhan dalam menghadapi potensi ancaman dan situasi darurat. “Ini adalah bagian dari upaya bersama meningkatkan standar keamanan sesuai ketentuan ISPS Code,” demikian dikutip dari pernyataan salah satu penyelenggara di lokasi acara.
Menguji Peran dan Respons Cepat
Dalam simulasi meja tersebut, seluruh peserta diminta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Mereka harus merespons skenario yang diberikan secara tepat, cepat, dan terkoordinasi. Tidak hanya teori, diskusi interaktif juga mewarnai jalannya latihan, memastikan setiap unsur memahami prosedur tetap (protap) saat terjadi keadaan genting.
Evaluasi Sarana dan Kinerja Operasional
Selain simulasi, forum ini juga menjadi ajang pembahasan menyeluruh mengenai kondisi sarana dan prasarana pelabuhan. Para peserta bersama-sama meninjau kesiapan fasilitas penunjang, efektivitas pemanfaatan infrastruktur yang ada, serta mengidentifikasi potensi peningkatan demi kelancaran aktivitas kepelabuhanan.
Tak berhenti di situ, evaluasi kinerja operasional juga digali secara mendalam. Mulai dari aspek pelayanan, koordinasi antarinstansi, hingga respons terhadap dinamika kegiatan di lapangan menjadi bahan diskusi. Hasil pembahasan ini diharapkan menjadi fondasi untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan ke depan.
Menuju Operasional Pelabuhan yang Optimal
Dengan adanya simulasi dan evaluasi berkala, PT Pelindo bersama KSOP dan KP3 optimistis operasional Pelabuhan Tanjungpandan dapat berjalan lebih optimal, efisien, serta tetap berada dalam koridor standar keselamatan dan keamanan internasional. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pelabuhan sebagai garda terdepan sektor maritim di wilayah Belitung. (Red)

