Pulau Belitung Ternyata Penghasil Peralatan Besi Bersejarah, Jadi Komoditas Dagang Nusantara

Pulau Belitung Ternyata Penghasil Peralatan Besi Bersejarah, Jadi Komoditas Dagang Nusantara

BELITUNG – Sebuah fakta menarik terungkap dari kajian budaya perkerisan Nusantara. Pulau Belitung, yang dikenal dengan keindahan pantai dan batu granitnya, ternyata memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan peralatan besi di masa lalu. Kapal-kapal dagang dari pelabuhan niaga internasional Makassar diketahui rutin berlayar ke Belitung untuk mendapatkan komoditas tersebut.

Temuan ini tercantum dalam buku berjudul “Keris dalam Perspektif Keilmuan” yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dalam salah satu bab yang ditulis oleh Dr. H. Ahmad Ubbe, S.H., MH., APU, dijelaskan bahwa Pulau Belitung menjadi salah satu tujuan pelayaran saudagar Bugis-Makassar untuk membeli peralatan besi.

Belitung, Sentra Parang dan Kampak di Masa Lalu

Berdasarkan sumber-sumber lokal Sulawesi, kapal-kapal dari Makassar secara teratur berlayar ke Sukadana untuk memborong kampak dan parang Karimata. Namun, dua hingga tiga kapal di antaranya juga kerap singgah ke Pulau Belitung.

“Dua atau tiga kapal di antaranya, juga kadang-kadang membawa peralatan besi (parewa bessi) dari Pulau Belitung, yang menghasilkan lebih banyak parang dari pada kampak,” demikian kutipan dalam buku tersebut.

Fakta ini menunjukkan bahwa Belitung bukan hanya sekadar wilayah persinggahan, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi peralatan besi yang dibutuhkan para pelaut dan pedagang Nusantara. Parang yang dihasilkan Belitung disebut lebih banyak diproduksi dibandingkan kampak.

Jalur Perdagangan Rempah Hingga Senjata

Catatan sejarah ini menambah bukti bahwa jalur pelayaran Nusantara tidak hanya mengangkut rempah-rempah, tetapi juga komoditas strategis seperti peralatan besi dan senjata. Para empu dan pandai besi di berbagai wilayah, termasuk Belitung, berperan besar dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Hubungan dagang yang intens antara Sulawesi dan Belitung ini turut mendorong persebaran teknologi pembuatan senjata tradisional, termasuk keris dan badik, ke berbagai penjuru Nusantara.(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *