BELITUNG, 14 Agustus 2026 – Suasana kepahlawanan dan kreativitas sastra kembali menyatu di Pulau Belitung. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 sekaligus merayakan ulang tahun Podcast Kelakar Pak Itam, sebuah lomba puisi bertajuk “Kemerdekaan” resmi dibuka untuk pelajar tingkat SMA/sederajat se-Pulau Belitung. Ajang yang digagas dengan semangat kebangsaan ini dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 23 Agustus 2026 di Kedai Pak Itam, dengan tema besar “Kemerdekaan Utuh bagi Rakyat: Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”.
Kegiatan yang menggabungkan nilai-nilai literasi dan nasionalisme ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan. Panitia pelaksana menegaskan bahwa lomba ini terbuka untuk seluruh pelajar SMA dan sederajat di wilayah Belitung, tanpa dipungut biaya pendaftaran. “Kami ingin memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menuangkan gagasan dan perasaan mereka tentang kemerdekaan melalui bait-bait puisi,” ujar Kak Istanty Iswarin, owner Kedai Pak Itam yang juga penggagas acara tersebut, dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).
Menariknya, lomba ini tidak hanya mengedepankan estetika kata, tetapi juga kedalaman makna dan relevansi tema dengan kondisi kekinian. Para peserta dinilai berdasarkan orisinalitas, isi, serta kekuatan emosi yang tertuang dalam setiap larik puisi. Hadiah uang tunai telah disiapkan bagi para pemenang sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas bakat sastra yang dimiliki. Dengan pendaftaran yang gratis, panitia berharap antusiasme pelajar dapat semakin tinggi dan menjadikan ajang ini sebagai wadah aktualisasi diri yang positif.
Kedai Pak Itam sebagai lokasi penyelenggaraan dipilih karena identik dengan suasana santai namun sarat akan nilai budaya dan kekeluargaan. Tempat ini diharapkan mampu menjadi latar yang mendukung proses kreatif para peserta, sekaligus menjadi titik temu antara generasi muda dan tradisi sastra. “Kami ingin puisi tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Lewat lomba ini, kami mengajak anak muda untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan di era sekarang,” tambah panitia.
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan masih terus bergaung, terutama di kalangan pelajar. Dengan mengusung tema perjuangan, lomba puisi ini mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah sekadar catatan sejarah, melainkan amanat yang harus diisi dengan karya dan prestasi. “Kami ingin generasi muda Belitung menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa melalui karya sastra,” tandasnya.
Bagi pelajar yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di Kedai Pak Itam mulai hari ini hingga batas waktu yang telah ditentukan. Seluruh peserta diharapkan membawa puisi karya sendiri dengan tema yang telah ditetapkan. Juri yang kompeten di bidang sastra dan jurnalistik pun disiapkan untuk menilai setiap karya secara objektif.
Dengan adanya lomba ini, diharapkan tumbuh kecintaan terhadap sastra dan sejarah bangsa, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman. Kemerdekaan, dalam perspektif puisi, bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga milik masa depan yang sedang ditulis oleh anak-anak muda hari ini. (Red)

