TANJUNGPANDAN – Suasana hiruk-pikuk pemudik yang membawa koper dan tas ransel terlihat mulai mereda di Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung, setelah puncak arus balik Lebaran 2026 usai. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Tanjungpandan secara resmi mencatatkan keberhasilan operasional angkutan Lebaran tahun ini dengan predikat nol kecelakaan (zero accident) serta kelancaran yang terjaga dari awal hingga akhir periode mudik.
Berdasarkan data operasional yang dihimpun sejak H-10 hingga H+8 Lebaran 1447 Hijriah, Pelabuhan yang menjadi gerbang utama transportasi laut di Belitung ini berhasil melayani total 8.835 penumpang. Jumlah tersebut terbagi atas 8.022 penumpang yang menggunakan armada Kapal Express Bahari (kapal cepat penumpang) dan 813 penumpang lainnya yang memanfaatkan layanan kapal Ro-Ro (Roll-on Roll-off) untuk penyeberangan kendaraan dan penumpang.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyo, menyampaikan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di lapangan.
“Kegiatan operasional mulai dari debarkasi hingga embarkasi penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026, yang kami pantau ketat dari H-10 sampai dengan H+8, berjalan sangat lancar, kondusif, dan zero accident,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Menurut Andi, kunci utama kelancaran arus laut tahun ini terletak pada persiapan matang yang dilakukan jauh hari sebelum masa mudik. Pihaknya mengoptimalkan seluruh fasilitas pelabuhan, termasuk memperluas area tunggu di Terminal Penumpang Laskar Pelangi serta memastikan kenyamanan transit lounge bagi para penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan.
“Kami berupaya maksimal mengantisipasi lonjakan pemudik demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Keberhasilan dan kelancaran pelayanan Angkutan Lebaran ini tentunya tak lepas dari sinergi serta koordinasi yang luar biasa solid dari KSOP, seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjungpandan, pemerintah daerah, aparat keamanan, operator kapal, petugas lapangan, hingga para penumpang yang telah tertib,” ungkap Andi.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme pergerakan penumpang. Tidak ditemukan adanya lonjakan ekstrem yang tidak terantisipasi, sehingga arus keluar-masuk kapal dan antrean penumpang di dermaga dapat dikendalikan dengan sistem yang terstruktur.
Meskipun masa angkutan Lebaran telah berakhir dan dinilai sukses, Andi menegaskan bahwa evaluasi tetap menjadi agenda wajib bagi manajemen. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pengalaman sukses tahun ini sebagai tolok ukur dalam meningkatkan standar pelayanan di masa mendatang.
“Evaluasi menyeluruh tetap akan kami lakukan. Keberhasilan tahun ini menjadi tolok ukur agar standar pelayanan, keamanan, dan kenyamanan penumpang dapat terus kami tingkatkan di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan berakhirnya masa pemantauan operasional H+8, Pelabuhan Tanjungpandan kini kembali beroperasi pada kondisi normal, meninggalkan kesan pelayanan mudik tahun 2026 yang tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. (Red)

