Transformasi Nyata! Jaksa Agung Anugerahi 38 Satker Predikat WBK dan Juara BerAKHLAK 2025

Transformasi Nyata! Jaksa Agung Anugerahi 38 Satker Predikat WBK dan Juara BerAKHLAK 2025

Jakarta, 17 Desember 2025 – Dalam sebuah gelaran akbar yang mengedepankan semangat reformasi birokrasi, Kejaksaan Republik Indonesia (Kejaksaan RI) secara resmi menganugerahkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada 38 Satuan Kerja (Satker) dan mengumumkan pemenang Kompetisi BerAKHLAK Tahun 2025. Acara hybrid yang dipusatkan di Aula Gedung Utama Kejaksaan Agung ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen kolektif untuk membangun institusi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan.

Jaksa Agung Burhanuddin, dalam pidato kuncinya, menekankan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen strategis untuk mengukur internalisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diramu dalam semangat BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). “Kompetisi ini adalah ujian nyata sejauh mana nilai-nilai itu hidup dalam perilaku keseharian insan Adhyaksa,” tegasnya.

Jaksa Agung dengan lugas menyatakan bahwa gelar WBK jauh melampaui sekadar pemenuhan tuntutan administratif. “Ini adalah cerminan dari budaya kerja yang telah bertransformasi, yang menjunjung tinggi kejujuran dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai kompas utama,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar integritas dijadikan landasan moral yang tak tergoyahkan. “Jauhkan diri dari segala perbuatan tercela yang dapat mencoreng marwah institusi yang kita bangun bersama.”

Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada 38 Satker yang berhasil meraih predikat Zona Integritas Menuju WBK. Keberhasilan ini, seperti dijelaskan oleh Plt. Wakil Jaksa Agung selaku Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi, Asep N. Mulyana, adalah buah dari evaluasi objektif dan berjenjang sepanjang 2025. “Dari 215 satuan kerja peserta, 38 berhasil meraih WBK. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya dan membuktikan konsistensi reformasi birokrasi di tubuh Kejaksaan RI,” paparnya.

Berikut adalah daftar 38 Satker penerima predikat WBK:

  1. Kejaksaan Tinggi Aceh
  2. Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta
  3. Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur
  4. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat
  5. Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang
  6. Kejaksaan Negeri Bandar Lampung
  7. Kejaksaan Negeri Bantaeng
  8. Kejaksaan Negeri Barito Kuala
  9. Kejaksaan Negeri Batam
  10. Kejaksaan Negeri Baubau
  11. Kejaksaan Negeri Belawan
  12. Kejaksaan Negeri Cilegon
  13. Kejaksaan Negeri Halmahera Timur
  14. Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung
  15. Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto
  16. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang
  17. Kejaksaan Negeri Kapuas
  18. Kejaksaan Negeri Karo
  19. Kejaksaan Negeri Kaur
  20. Kejaksaan Negeri Kota Blitar
  21. Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat
  22. Kejaksaan Negeri Kutai Timur
  23. Kejaksaan Negeri Lombok Timur
  24. Kejaksaan Negeri Metro
  25. Kejaksaan Negeri Muara Enim
  26. Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin
  27. Kejaksaan Negeri Nagan Raya
  28. Kejaksaan Negeri Palu
  29. Kejaksaan Negeri Pasaman Barat
  30. Kejaksaan Negeri Purbalingga
  31. Kejaksaan Negeri Purwakarta
  32. Kejaksaan Negeri Samarinda
  33. Kejaksaan Negeri Sekadau
  34. Kejaksaan Negeri Solok
  35. Kejaksaan Negeri Soppeng
  36. Kejaksaan Negeri Sumedang
  37. Kejaksaan Negeri Takalar
  38. Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu

Selain zona integritas, gaung Kompetisi BerAKHLAK 2025 juga berhasil menarik perhatian. Sebanyak 166 karya kreatif dalam bentuk video, podcast, berita, dan artikel dari seluruh Indonesia diseleksi secara ketat. Tim evaluator gabungan dari Biro Perencanaan, Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung, dan Kementerian PANRB akhirnya menjaring tiga besar terbaik untuk setiap kategorinya, menandai gairah berkompetisi yang positif.

Acara yang digelar pada Rabu (17/12/2025) ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat puncak, antara lain Menteri PANRB Rini WidyantiniWakil Ketua Komisi Kejaksaan Babul Khoir Harahap, serta jajaran pimpinan tinggi lainnya di lingkungan Kejaksaan Agung. Kehadiran mereka mempertegas dukungan ekosistem pemerintahan terhadap upaya penegakan integritas ini.

Momentum ini diharapkan bukan menjadi garis finis, melainkan starting point bagi seluruh Satker lainnya. Jaksa Agung berharap pencapaian ini mampu memicu gelombang positif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum dan profesionalisme, menuju Kejaksaan RI yang semakin dipercaya oleh masyarakat.

Dengan langkah konkret ini, Kejaksaan RI bukan hanya berwacana tentang perubahan, tetapi secara nyata menorehkannya dalam budaya institusi, mengukuhkan diri sebagai garda terdepan penegak hukum yang berintegritas dan adaptif di era kekinian.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *