Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) – Ayah di Belitung Dihimbau Ambil Rapor Anak dan Dokumentasikan di Medsos

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) – Ayah di Belitung Dihimbau Ambil Rapor Anak dan Dokumentasikan di Medsos

Tanjungpandan, 17 Desember 2025 – Peran ayah dalam pendidikan anak kian mendapat sorotan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Belitung secara resmi mengeluarkan himbauan kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, agar mengajak para ayah untuk turun tangan langsung dalam proses penerimaan rapor akhir semester. Gerakan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digaungkan BKKBN.

Berdasarkan surat resmi bernomor 400.11/1603/DISDIKBUD/2025 yang diterbitkan pada 16 Desember 2025, Disdikbud Belitung meminta setiap sekolah menghimbau para ayah untuk hadir mengambil rapor anak mereka. Tak sekadar hadir, ayah juga diminta mendokumentasikan momen tersebut—baik lewat foto, video, atau testimoni—dan membagikannya melalui media sosial serta kanal resmi sekolah.

Gerakan ini bukan sekadar formalitas. Menurut surat tersebut, kehadiran ayah dalam momen akademis anak memiliki dampak emosional dan psikologis yang signifikan. Ini menjadi simbol nyata keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan sehari-hari. GATI sendiri, sebagaimana tercantum dalam laman resmi Kampung KB BKKBN, bertujuan memperkuat peran ayah sebagai figur teladan dalam keluarga, mendukung perkembangan anak secara holistik.

Himbauan ini ditujukan kepada semua kepala sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Belitung. Inisiatif ini berawal dari koordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) setempat, yang sebelumnya telah mengirim surat serupa.

Diharapkan gerakan ini dapat menciptakan tren positif di kalangan orang tua, khususnya para ayah, untuk lebih proaktif dalam memantau perkembangan akademis anak. Dengan mendokumentasikan dan membagikan momen tersebut, diharapkan dapat memicu inspirasi dan meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengasuhan yang setara.

Kegiatan ini akan menyasar waktu penerimaan rapor akhir semester mendatang. Sekolah-sekolah diharapkan segera menyosialisasikan himbauan ini kepada wali murid.

“Gerakan ini bukan hanya seremonial, tapi bagian dari pembangunan karakter keluarga. Ketika ayah terlibat, anak merasa lebih didukung dan percaya diri,” tulis Plt. Kepala Disdikbud Belitung, Tomy Wardiansyah, S.Sos, dalam suratnya.

Dengan langkah ini, Belitung menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan gerakan nasional yang mendorong parenting yang lebih inklusif dan partisipatif. Saatnya para ayah tampil ke depan, ambil rapor, abadikan momen, dan jadi teladan nyata bagi generasi penerus. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *